Masih teringat waktu masih di bangku SD setiap malam tanggal 30 guru mewajibkan aku dan teman-teman untuk menonton film G30S PKI. Film yang hampir 6 tahun aku tonton tiap tahunnya. Kesan yang aku dapat film itu sungguh mengerikan dan lebih menakutkan daripada film Suzanna “Beranak dalam Kubur”. Apalagi adegan penculikan ketujuh jenderal dan penyiksaannya. Gila sadis banget!!!!
Sekarang ketika aku mengingatnya hmm masih aku rasakan kengerian film propaganda Soeharto tersebut. Rakyat berhak marah, kesal, bahkan menuntut Soeharto atas pelanggaran HAM. Betapa banyak korban akibat propaganda tersebut??? Data yang didapat banyak warga negara ini diculik tanpa alasan lalu dibunuh secara massal. Entah sekarang kita masih ingat atau lupa akan peristiwa tersebut. Lalu berapa banyak orang yang kehilangan haknya sebagai warga negara ketika ia dituduh sebagai keturunan anggota PKI atau tinggal di lingkungan PKI. Mereka kehilangan nyawa dan hak untuk mendapatkan pekerjaan tanpa ada kesempatan pembuktian dan pembelaan. Sebuah tragedi yang lebih mengerikan daripada tragedo holocaust, pembantain umat yahudi, yang belum tentu kebenarannya.
Kita sebagai generasi muda berhak tahu atas sejarah bangsa kita sendiri. Bagaimana kita bisa membangun negara ini sedangkan kita tidak mengetahui sejarah bangsa kita. Misteri dibalik peristiwa G30S PKI masih saja belum ada titik terang. Siapakah sebenarnya dalang di balik peristiwa ini dan sesungguhnya apa yang terjadi. Hal ini juga terkait dengan SUPERSEMAR yang melegalkan Soeharto menjadi penumbang partai komunis dan menjadikan dia diktator Indonesia selama 32 tahun ini. Semuanya masih di area abu-abu terlalu banyak versi yang ada dan seolah pemerintah dan pihak TNI tidak ada komitmen politik untuk mengungkap peristiwa tersebut. Semuanya kabur dan terkesan ada kelompok yang sangat kuat menjaga agar peristiwa ini tidak terungkap.
Dari peristiwa G30S PKI, kita sebaiknya mengingat betapa kelam dan suram masa lalu negara kita. Tragedi kemanusiaan yang terjadi pra dan pasca gerakan 30 September masih belum terungkap. Rakyat yang tidak bersalah sejak dulu telah menjadi korban politik kaum elite bangsa ini. Masing ingat tragedi kasus tanjung priok???? Yang sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai siapa dalang di balik semua ini. Kasus penculikan aktivis kemanusiaan pra dan pasca lengsernya Soeharto pun sama gelapnya. Para keluarga korban bahkan tidak mengetahui apakah mereka masih hidup atau mati. Tragedi semanggi, pembunuhan massal di madiun, solo, dan bali. Semuanya dalam tanda tanya.
Kita tidak boleh berhenti untuk menuntut pemerintah mengungkap semua tragedi yang terjadi di masa lalu. Juga tidak lupa kita sebagai penerus bangsa tidak boleh terlena dengan masa lalu dan lupa dengan masa depan bangsa kita. Sudah kewajiban kita membangun negara ini sebagai wujud kita menghormati arwah-arwah para pahlawan perjuang kemerdekaan Indonesia dan korban tragedi kemanusiaan. Terkesan klise memang tapi apakah membuat bangsa ini lebih baik adalah hal mustahil??? Tentu saja tidak jika kita memiliki kemauan kuat. Mungkin nanti bukan kita yang menikmati Indonesia yang mempunyai birokrasi bersih dari korupsi, negara dengan rakyat yang makmur, sejahtera dan aman. Tentu saja sama dengan halnya pahlawan-pahlawan kita yang tidak pernah menikmati hasil perjuangannya.
Saatnya kita merenung apa saja yang sudah kita berikan pada negara ini??? Dengan peristiwa ini harusnya bisa membuat kita bangkit dan berjanji bahwa tragedi seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Pun tetap mencari kebenaran sebagai bentuk penghormatan kita kepada korban-korban pembelokan sejarah bangsa.
Sore coy
Waduh aku sangat surprise sekali membaca tulisan anda.kebetulan saya juga sedang mengkaji tentang kebenaran sejarah indonesia khusus nya tragedi tahun 1965.Walau pun saya mengakaji nya bukan dari bangku kuliah namun hanya mengandalkan info dari pengakuan tapol dan napol yang ada dan telah mengatakan sikap di internet.Membaca tulisan anda saya merasa anda juga punya tujuan sama dengan saya bagai mana kalau kita membuat suatu organisasi pemuda untuk kebenaran sejarah.trims
wah terima kasih atas pendapatnya. mengenai organisasi pemuda pencari kebenaran sejarah???? boleh juga tuh. tapi bukankah sudah ada tim pencari sejarah yang anggotanya dari pemuda yakni mahasiswa, sejarawan, dan para guru???
terus terang film penghiatan 30 September itu adalah rekayasa aja…karena menurut data2 yang pernah saya baca seperti corrnel paper ngga ada tuch namanya penyiksaan dan pengaiayaan saya rasa itu cuma lelucon politik saja terlalu hiperbola dan siapa sebenarnya dalang di balik itu juga sampai saat ini juga masih kabur karena kita tidak akan pernah bisa tahu selama masih ada orang2 orde baru andaikan saya kenal dengan sutradaranya saya akan bertanya darimana dia dapat skenarionya?
Hanya orang goblok yang mau menanyakan urusan itu. urusi aja gimana kau bisa bikin bangsa ini besar. dasar bego
Komentar dari IWAN BUDIYANTO pasti itu contoh budaya generasi muda yang picik. saya sendiri sangat menyukai informasi mengenai G30S ini, hanya untuk mecari kebenaran karena sudah sejak kecil otak sudah dijejali dengan CERITA KEBOHONGAN, 7 jendral yang diangkat menjadi pahlawan, dibuatkan patung, oleh orang yang justru dialah pembunuhnya, dengan kambing hitam PKI. Sudah berapa energi ya dihabiskan selama masa sekolah menghafal segala kebohongan, ikut P4, PSPB, sejarah Indonesia, masih ingat pertanyaan “Coba jelaskan istilah IPOLEKSOSBUDHANKAMNAS..!), REPELITA, Era Tinggal landas. Semua omong kosong, nyesel sudah hapalin segala kepentingan politik. Saya bukan PKI (belum lahir), tidak anti Suharto, bukan Komunis, tapi mencari kebenaran supaya kedepannya tidak tertipu lagi.
aku memang gak terlalu tau tentang sejarah. Tapi, aku mau belajar tentang sejarah,yang dimulai dari sejarah negeri kita sendiri. bisakah diartikan, bahwa kita berarti tidak memahami sejarah kita sendiri??? karena…selama ini kita dimasuki dengan peristiwa sejarah yang sangat up to date yaitu kebodohan. Selama ini itulah peristiwa sejarah yang terselubung. Begitu banyak masyarakat yang tak tau apa sejarah negara kita sendiri. Menurut saya itu termasuk peristiwa sejarah. Tapi…peristiwa itu terselubung dan berlangsung secara kontinuitas. Bener gak…y? Tapi,itu yang saya pikirkan. Itulah yang penting dalam zaman sekarang
ang..coba baca buku Legacy of Ashes, the History of CIA (Membongkar Kegagalan CIA) karya wartawan koran The New York Times, Tim Weiner..Ada versi baru tentang cerita penumpasan PKI..bawa2 Adam Malik..
ga penting banged sih orang Indo nih..
memang sepantasnya kita mesti mengetahui yang sebenarnya tentang G30SPKI karena sekian tahun memori kita telah dirasuki dengan segala kebohongan, hal ini cukup terbukti dengan adanya film G30SPKI yang sangat hiperbolik dan untuk ini kita harus yakin bahwa kebenaran akan terungkap dan segala kebohongan dan rekayasa akan terkuak
hai hai hai hai hai hai hai aku jaka qmu siapa eh mf slah kirim anjing goblogxxxxxxxx
ya iya sih. tapi ya g’ usah nyalahin pak harto,donk. Wong pak Harto tuw presiden yg plg baik stlh pak karno. Coba kamu bandingin jaman pak harto ma jaman skrng. Di jaman P. harto kita kan makmur! G’ kaya’ skrng!!!
Saya adalah orang yang ingin mengetahui kebenaran,tapi setelah saya merenung da membaca berbagai versi g30s PKi,saya emang berfikir PKI seharus nya emang harus di tumpas karena tidak sesui dengan PANCASILA,sebagaimana negara ini kan berlandaskan kepada pancasila,yang sila ke satu menyebutkan tentang ketuhanan yang maha esa,sedangkan PKI adalah komunis,..
saya bukan siap2 tapi Bpk soeharto menurut saya orang yang arif bijaksana dalam hal ini.
saya bukan pro soeharto,maupun PKi,tapi saya hanyalah pencari kebenaran.
Bila ada kesalahan dalam kata2 saya,saya mohon maaf sebesar2 nya..thanks.