Posted by: aang | September 27, 2007

1 Syawal, antara Muhammadiyah dan NU


Mungkin sudah sejak kedua organisasi ini berdiri, Muhammadiyah dan NU, umat muslim di Indonesia jarang merayakan hari Raya Idul Fitri 1 Syawal bahkan hari pertama Ramadhan. Masing-masing pihak mengklaim bahwa metode dalam penentuan 1 Syawal adalah yang paling akurat dan sahih (sesuai contoh Rasul). Akibatnya tidak saja membingungkan umat muslim pada awamnya tapi juga membuat perpecahan pada umat itu sendiri. Hal ini kurangnya toleransi pada oknum-oknum masing-masing pihak dalam menyikapi perbedaan ini. Sedangkan Departemen Agama, dalam hal ini mewakili Pemerintah, tidak pernah bersikap tegas untuk menentukan tanggal 1 Syawal agar diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat Muhammadiyah dan NU. Selama ini pemerintah hanya mengumumkan 1 Syawal versi pemerintah tapi tidak pernah mewajibkan warga negaranya untuk mengikuti ketetapan tersebut. Sehingga kondisi sekarang adalah banyak versi 1 Syawal yaitu versi Muhammadiayah, NU, Hizbut Tahrir, dan suatu kelompok agama yang berada di Sumatera Barat.

Pada tanggal 24 September 2007, melalui sebuah program berita dikabarkan presiden Jusuf Kalla menemukan pimpinan dua organisasi masyarakat terbesar itu untuk menemukan dua pandangan mengenai jatuhnya hari 1 Syawal. Menurut saya peristiwa ini sangat lucu karena pemerintah terkesan tidak mempunyai wibawa di hadapan kedua ormas tersebut. Bahkan sang wapres meminta kedua ormas tersebut untuk menyamakan persepi kali.

Nah menurutku harusnya yang bertanggung jawab untuk menentukan jatuhnya 1 syawal yaitu pemerintah. Sebagai penguasa yang sah maka harusnya pemerintah bertanggung jawab dalam menyatukan umat islam dalam merayakan hari raya tersebut. Masalah kalau pemerintah tersebut khilaf atau melakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan maka yang menanggung dosa tersebut adalah pemerintah yakni departemen agama atau MUI. Terasa sederhana tapi ternyata susah untuk dilaksanakan. Masalahnya ormas islam masing-masing mempunyai ego besar bahwa pendapatnya atau hitungan mengenai 1 syawal lah yang paling tepat.

Alangkah bijaknya atau alangkah baiknya kalau masing-masing ormas islam menyerahkan hitungan dan penetapan jatuhnya hari raya kepada pemerintah. Sebagai bentuk ketataan terhadap penguasa yang sah. Walaupun penguasa kita belum taat pada ajaran syariat. Yah ini sekedar opini pribadi yang membayangkan andai saja tiap tahun umat islam di Indonesia merayakan hari raya bersamaan. Saya yakin perdamaian akan lebih terjaga atau terpupuk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: