Posted by: aang | October 5, 2007

Merah = Berani


Merah berarti berani, itu arti warna merah di bendera negara kita. Tapi, untuk lampu lalu lintas merah berarti berhenti. Tapi sayang untuk warga di Banda Aceh ada anekdot bahwa lampu lalu lintas berwarna merah berarti berani langsung terobos. Sehingga kita harus extra hati-hati kalau melewati sebuah perempatan atau persimpangan. Jangan harap kalau lampu lalu lintas itu hijau kita akan ama-aman saja melintas.

Betapa semrawutnya lalu lintas di Banda Aceh. Bahkan saya sebagai pejalan kaki yang mau menyebrang jalan harus hati-hati juga. Pernah saya menyebrang , waktu itu posisi saya sudah dekat ke trotoar sisi jalan yang saya tuju. Namun dari jauh ada pengendara sepeda motor yang berjalan dekat sisi trotoar anehnya dia tidak mau mengalah untuk sedikit berbelok ke bagian tengan jalan. Dia tetap saja lurus dan hampir menabrak saya. Wah gila juga tuh orang eh malah dia melotot marah waktu kami beradu pandang.

Dan aku pikir kenapa kota ini tidak maju yaitu tingkat kedisiplinan warga kota yang sangat kurang. Bisa saja dilihat dari perilaku di jalan raya. Dulu aku pikir jalan raya di kota Jakarta itu sangat berbahaya. Di sini lebih rimba lagi dan kalau kita tidak hati-hati wah bisa jadi korban. Parahnya ada beberapa teman yang jadi korban ditabrak oleh pengendara lain. Temanku naik sepeda motor dan dia naik mobil. Temanku ditabrak eh malah dia yang diminta ganti rugi. Satu lagi ada kenalan ditabrak oleh anak muda yang ngebut di jalan. Karena dia anak dari salah seorang berpengaruh di kota ini. Akhirnya dia membayar uang 5 juta untuk ganti rugi. Padahal anak itu dibawah umur, tidak punya SIM, tidak memakai helm, dan membawa STNK. Parah tidak? Bentuk kesewenang-wenangan.

Ada satu cerita lagi yang tidak sengaja aku dengar dari pengendara Bemo (becak motor) yang aku kendarai. Info awal neh kebanyakan pengendara becak motor di kota ini sangat ugal-ugalan. Kecepatan tinggi, ngawur, dan tidak mau kalah. Jadi kalau kita sebagai penumpang harus banyak berdoa. Jadi dia bercerita kalau kawannya sesama pengendara menabrak mobil karena dia takut diminta tanggung jawab akhirnya dia kabur meninggalkan motornya. Lalu dia mengajak kawannya itu ke korban ke polisi. Lalu polisi bilang kalau tidak mau ditindak mesti damai dengan pihak korban. Lalu dia dan kawannya datang lah ke pihak korban. Tentu saja korban meminta ganti rugi atas biaya perbaikan. Eh malah dia (pengendara bemo yang saya tumpangi) marah dan mengancam. Dia bilang kami ini bang tidak punya duit jadi mana punya uang sebesar itu. Pikirku, egois sekali ini orang. Memangnya pengendara mobil itu selalu punya uang banyak untuk memperbaiki mobil yang ditabrak oleh mereka. Siapa tahu dia sedang kesusahan ekonomi. Kalaupun dia sudah tahu tidak punya uang untuk ganti rugi ya dia harus hati-hati dong membawa kendaraannya. Jangan seenaknya seolah-olah jalan raya itu punya pribadi dia. Saat punya kesalahan malah mengancam secara fisik.

Nah itulah tantangan pembangunan di Banda Aceh. Jika masyarakat belum sadar arti pentingnya disiplin dalam segala tempat dan menghargai hak asasi orang lain. Masih mau seenaknya dan tidak mau diatur ya sampai kapanpun akan jadi seperti ini. Dan jangan slaahkan pihak lain kalau kota kita tidak maju kalau itu memang kesalahan kita sendiri.

Kita lihat di singapura. Kenapa negara kecil seperti itu bisa cepat maju dan punya harga diri di dunia internasional. Karena mereka disiplin dan mau diatur. Di sana kita dilarang merokok di tempat publik, dilarang membuang permen karet (membuang atau dilarang makan ya? Juga kecepatan kendaraan di jalan dalam kota max 80 (berapa ya intinya harus pelan). Di Jakarta dilarang merokok di tempat umum saja semua protes. Padahal asap rokok itu mengancam kesehatan orang lain yang tidak merokok. Jadi selama kita tidak bisa menghargai hak orang lain jangan salahkan kita tidak pernah maju dan selalu dijajah bangsa lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: