Posted by: aang | October 24, 2007

SH Gate A6, Jumat 19 Oktober 2007 15:26


Kerinduan, Persahabatan, Silaturahmi, Pernikahan, Kejujuran, Kebohongan dan Kejahatan adalah tema liburan lebaranku kali ini. Kerinduan akan berkumpul dengan keluarga khususnya orang tua dan kedua adikku akhirnya terpenuhi. Walaupun aku baru saja satu bulan lebih di Banda Aceh tapi tetap saja kerinduan akan suasan rumah tetap ada. Sekarang keberadaanku di rumah sangatlah berharga karena aku tidak tinggal lagi di Jakarta. Dulu ketika aku di Jakarta sangatlah gampang untuk pulang ke rumah. Kini setelah tinggal dan bekerja di provinsi yang terletak di daerah paling ujung barat pulau Sumatera, waktu terasa sangatlah berharga. Selama sebulan lebih aku pergi begitu banyak cerita yang aku lewatkan apalagi mengenai perkembangan adik bungsuku yang masih berumur 10 tahun.

Persahabatan, mungkin bagi sebagian orang persahabatan hal yang cengeng dan cewek banget (mungkin!) tapi tidak bagiku. Bertemu dengan sahabat semasa SMA rasanya seperti kembali ke masa SMA dan ada sesuatu yang tidak tergantikan. Mereka pernah mengisi hari-hariku. Kami pernah mengalami hal yang terindah bahkan hal yang tersulit sampai mengancam jiwa kami. Ya kami memang pernah mengalami hal tersebut bersama-sama. Karena hal itu dan juga komunikasi yang selalu tersambung hubungan kami masih erat. Bahkan ketika teman-teman yang lain entah tidak tahu di mana, kami tetap meluangkan waktu untuk berkumpul setidaknya dua tahun sekali.

Silaturahmi, ada silaturahmi yang tersambung kembali dan ada juga silaturahmi yang terputus. Tak ada yang kusesali karena memang begitulah hidup. Yang terpenting adalah bukanlah aku yang memutuskan tali silaturahmi terlebih dahulu.

Pernikahan. Hal yang mengagetkan buat aku dan teman-temanku bahkan pihak yang akan menikah. Ketika gadis itu akhirnya menikah masih ada rasa ragu dalam diriku yang tidak merestui keputusan tersebut. Tapi karena cintaku untuk dia bukan untuk memiliki dan aku adalah sang buruk rupa yang tak pernah pantas menyandang sang putri, aku hanya bisa berdoa agar sang putri mendapatkan yang terbaik dari Tuhan di setiap langkahnya.

Kejujuran. Dua malam di Jakarta adalah malam-malam spesial. Selain karena pernikahan juga selepas malam itu kami pergi dengan tempat baru masing-masing. Cerita lama yang tak pernah terungkap akhirnya tercurahkan. Apa yang tidak diketahui akhirnya tersingkap.

Kebohongan dan kejahatan. Apa bedanya menyimpan rahasia dengan berbohong atas kejadian yang telah terungkap???? Bagiku berbeda. Menyimpan rahasia tidak sama dengan berbohong. Sakit dan ingin marah ketika kita tahu kita telah didustai. Dusta yang bagiku sangatlah berat konsekuensinya. Ketika dusta itu terhembus dengan segaja untuk menutupi kejahatan. Aku memang pendosa tapi aku bukan penjahat. Ketika aku mengetahui dusta itu rasa bersalah itu kini menghantui. Perasaan bersalah karena telah menuduh orang, yang justru memperingati kami semua akan kejahatan dia, sebagai penyebar fitnah. Juga tidak berbuat apapun untuk gadis yang akan tetap menjadi gadis yang aku cintai. Untuk hal yang kedua aku sudah pasrah karena jodoh ada di kuasa Tuhan. Namun untuk hal yang pertama aku masih tidak bisa memaafkan diriku. Karena telah membohongi nuraniku yang pada saat itu mengatakan berita itu bukan fitnah. Selain perasaan bersalah karena telah menuduh orang yang tidak bersalah sebagai penyebar fitnah.

But after all I can not rewind the time to change everything that must be happen. But I just pray everything’s going allright. Now it’s time for boarding. Hopefully I’ll be in NAD safely

(no edit neh karena di bandara)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: