Posted by: aang | October 25, 2007

Banjir ………….. banjir………..


Waduh kayaknya tema akhir-akhir ini adalah banjir. Yah aku pikir banjir hanya ada di kota metropolitan kayak Jakarta saja ternyata banjir di mana-mana. Hujan lebat dimulai saat hari selasa kemarin sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Saat itu aku dan teman kantorku sedang asyik di tokok buku dekat masjid Baiturahman, ikon kota Banda Aceh, yang mempunyai koleksi lumayan untuk ukuran kota ini. Saking asyiknya kami baru sadar di luar hujan deras sekali. Setelah menunggu lama akhirnya kami memtuskan untuk nekat pulang saja mumpung curah hujan sedang rintik-rintik. Ups!! Ada genangan air yang menutupi setengah jalan yang ada. Padahal hujan tidak begitu deras dan hanya baru satu jam lamanya. Wah pasti neh gara-gara sistem drainase yang kurang tepat atau mungkin dibuat asal-asalan. Ya sudahlah aku nekat pulang juga dengan resiko basah.

Singkatnya aku sampai di kostan tercinta dengan keadaan basah kuyup. Ya sudahlah aku langsung mandi dan merendam pakaianku. Brur!!!!!!!!!!!!!!! Suara hujan yang amat lebat terdengar. Hujan lagi dan kali ini hujan masih berlanjut samapi keesokan harinya.

Rabu pagi aku duduk di depan pintu kamar dengan memandang langit. Kapan ya hujan itu berhenti sejenak dan memberiku kesempatan untuk berjalan ke kantor yang hanya 5 menit dari kostku. Doaku belum dikabulkan dan hujan masih sangat deras. Ya sudahlah akhirnya aku melipat celana kerjaku sampai selutut, memakai jaket anti hujan, memakai payung pinjaman, dan tak lupa memakai sandal jepit karena tak mungkin memakai sepatu. Yup aku berjalan keluar gang dan menuju jalan besar. Waduh banyak sekali genangan air di mana-mana dan kalau ada mobil lewat aku bisa jadi basah kuyup terkena cipratan mobil. Sedangkan watak penduduk sini jikalau mengendarai kendaraan tidak pernah pelan walaupun itu di dalam kota aatau di dalam jalan lorong (sebutan untuk gang). Jadi aku harus ekstra hati-hati jikalau berjalan. Yah dengan merayap pelan dan lucunya ketika dari jauh terlihat mobil akan melintas maka aku langsung menepi di pinggir seaman mungkin. Hal ini bertujuan agar aku tidak kena semburan air ketika mobil itu melintasi genangan air dengan kecepatan yang tidak pakai hati.

Dengan selamat aku menuju jalan protokol kota dan kantor tinggal 2 menit saja. Tapi genangan di sini lebih parah lagi. Jadi terdapat saluran yang ukurannya besar tapi sayangnya air dari jalan raya tidak bisa menuju ke saluran tersebut. Karena antara saluran air dan jalan raya terdapat gundukan tananh yang cukup tinggi sepanjang saluran air tersebut. Ya gimana air bisa sukses masuk ke saluran pembuangan kalau terdapat halangan gundukan tanah (cape deh!). aku yakin kalau perjalananku ke kantor direkam pasti menjadi adegan terkonyol dan terlucu yang pernah ada. Akhirnya aku berjalan menyusuri sisi saluran air yang bersebrangan dengan jalan raya. Pelan-pelan karena takut tergilincir akibat licin dan basah jalan tersebut.

Ok hujan berlangsung seharian dan sempat berhenti sebentar antara wajtu sholat ashar-maghrib. Lagi-lagi aku kehujanan karena saat itu aku sedang membeli kebutuhan bulanan. Lucunya kamarku jadi banjir tapi bukan karena atap kamar yang bocor tapi gara-gara tabung dispenser yang baru saja aku beli. Sehingga seperlima air galon itu membasahi kamarku. Lalu sejam kemudian teman kantor yang tinggal di Lanteumen menelepon dia meminta dijemput karena rumah dinas kebanjiran. Banjir lagi???? Akhirnya dengan malam yang larut dan rintikan hujan yang membuat suasana yang menjadi dingin nan menusuk, aku menuju Lanteumen yang mengambil waktu tempu sekitar 30 menit.

Singkat cerita lagi. Sampailah aku di daerah dengan sebutan Emperum. Genangan air setinggi mata kaki menutupi lorong jalan. Nah posisi rumah dinas tersebut lebih rendah dari lorong jalan akhirnya air masuk setinggi mata kaki juga dan daerah sekitar rumah tergenang air. Alhamdulillah sekitar setangah satu korban dan barang-barang yang penting telah terevakuasi. Nah pagi ini entah karena apa daerah tulang panggungku nyeri sekali. Apakah karena hujan-hujan semalam jadi rematik atau memang aku kurang olahraga dan konsumsi kalsiumku kurang. Tapi aku bersyukur hari ini sangat cerah dan panas. Akhirnya jemuran celana dalamku bisa kering nih. =p


Responses

  1. Wah..ternyata sebegitukah hebatnya hujan di Aceh?
    Di Jakarta mendung trus…kalo beruntung ya gerimis sebentar.hehehe..
    Water…Water….We need Water!! Uuups…tar banjir yah?
    Gpp..biar kantor libur (asik!)

    Almy
    http://www.ipel2.wordpress.com

  2. ya nih my. eh ternyata barusan ini gerimis lagi. capek deh!!!

  3. aang… aang…
    sabar yach…
    mungkin itu cobaan yang harus kamu tanggung…
    Olah raga atuh mas…
    jangan lupa berjemur sebentar ya??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: