Posted by: aang | December 15, 2007

Ketika Wajah Birokrasi Belum Berubah


Reformasi telah berjalan lama dan Soeharto sebagai ikon era orde baru telah lengser. Kini kita Bangsa Indonesia sedang dalam era pasca reformasi. Tapi apakah wajah pemerintahan kita dan birokrasi di negara ini benar-benar berbuah. Atau hanya berubah sampulnya saja tapi tidak sampai isinya????

Bukan mimpi atau cita-cita saya menjasi seorang CPNS dan bekerja sebagai abdi negara. Pernyataan ini seolah-olah saya tidak bangga menjadi abdi negara atau PNS. Sejujurnya saya bangga menjadi abdi negara dan mengabdikan ilmu ini kepada rakyat. Tapi, saya malu dan tidak bangga menjadi bagian birokrasi negara ini. Ok saya memang mempunyai idealisme tapi saya juga mempunya perasaan sebagai seorang manusia biasa yang lemah. Ketika idealisme ingin berbuat lebih baik untuk negara dengan bergabung di birokrasi berbenturan dengan kondisi yang tidak sesuai dengan idealisme.

Wajah birokrasi negara kita belum berubah. Pola pikir para birokrat atau para abdi negara belum semuanya berubah. Kalau ada iklan sebuah produk rokok yang menyindir dengan pernyataan “Yang muda belum boleh berbicara” maka sebenarnya itulah kenyataan wajah birokrasi kita. Sebagai generasi baru yang masih memiliki idealisme dan masih segar belum terkontaminasi dengan dogma lama, saya merasa kurang dihargai. Yang muda pantas diremehkan, yang muda tidak boleh berbicara, dan yang muda harus menurut.

Orang-orang di lingkungan kerja saya sungguh masih melihat seseorang baru bukan dari segi profesionalitas pihak yang bersangkutan. Tapi masih dari segi perasaan dan “atribut” yang kita sandang. Tidak perduli apakah kita berprestasi lebih baik dan mempunyai keahlian kalau atasan kita kurang cocok dan sreg dengan kita maka kita tidak akan dipandang. Maka moto “Asal bapak senang” dan tekhnik menjilat atasan masih berlaku di birokrasi negara ini.

Saya pun bersikukuh tidak akan merubah sikap saya menjadi seseorang seperti yang mereka suka atau memakai “atribut” yang sama dengan mereka agar diterima. Yang penting saya bekerja dengan kemampuan terbaik saya. Kalaupun mereka masih mempermasalahkan hal yang seperti itu bukan dari segi profesionalitas maka ya sudah. Memang birokrasi ini bukan masa depan saya.

Itulah mengapa saya masih ragu apakah saya mesti tetap berada di sini dengan resiko saya akan terus bertentangan dengan batin saya dan bisa jadi saya pun lama-lama terdogma dengan mereka. Atau apakah lebih baik saya keluar mencari hidup dengan usaha sendiri atau mencari perusahaan yang memang mengutamakan profesionalitas. Entah yang pasti kalaupun saya keluar dari kedinasaan ini bukan karena tidak cinta pada negara atau semata-mata karena masalah uang.

Yang menjadi PR bagi pimpinan negara ini adalah bagaimana bisa tenaga terbaik dari generasi muda tertarik untuk mengabdi menjadi abdi negara??? Jikalau generasi muda yang masuk ke jajaran birokrat tidak dipandang sebagai generasi penerus yang akan menjadi pemimpan bangsa masa depan. Tapi malah dipandang remeh, dipandang sebagai ancaman baru bagi karir dia, bukan dipandang sebagai anak yang harus dibimbing agar kelak bisa mengelola negara ini lebih baik.

Jika masih seperti ini maka generasi baru akan terkontaminasi dengan pikiran generasi tua. Maka pemerintahan kita akan menjadi primata primitif selamanya. Dan selamat menunggu kehancuran bangsa ini.


Responses

  1. Don’t be so skeptical, lah..
    InsyaAllah masih ada harapan..

    Upaya perbaikan sedang dilakukan,
    gak cuma dari dalam tapi juga dari luar..
    Tetep semangat aja,
    jalan yang lurus,

    Keep up the fight, never give up…

  2. Jangan mudah berputus asa. Jika aang dan teman2 lain yg msh peduli dg kebobrokan birokrasi mau keluar dr birokrasi itu sendiri,lalu siapa yg akan mmprbaiki kebobrokan itu? Bukankah itu hanya akan menunjukkan keegoisan dan sikap acuh thdp negara? Jika kita pny kesempatan dan kemampuan utk mmprbaiki ssuatu,hendaknya lakukanlah itu…
    Katanya lg buat blog baru ttg dunia audit? Boleh juga tuh…

  3. yah membangun bangsa kan gak mesti lewat birokrasi kan???
    iya neh lagi mau bikin blog kayak gituan. gimana mau ikutan sebagai penulis blog kami juga???

  4. tumben adis komentarnya serius…

  5. memang kita yang harus merubah.. siapa lagi kalau bukan kita??jadi orasi nih..
    pemuda adalah agen perubahan.. oleh karena itu… kita sebagai pemuda.. haruslah bla blabla… *orasi mode: ON*
    jadi inget pas ikut demo…
    tapi yang terpenting tetep optimis dan semangat… oke…
    majulah terus indonesia..!!!

  6. @siska:

    tumben adis komentarnya serius…

    Oh itu kepribadianku yang lain mbak…😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: