Posted by: aang | January 1, 2008

Melihat kembali ke tahun 2007


Ketika ada teman bertanya lewat sms “what you can say about life in 2007?”. Terus terang aku bingung untuk menjawabnya. Banyak sekali kejadian yang sangat sulit untuk aku hadapi. Tapi aku tahu itu untuk mendewasakanku agar lebih siap menghadapi tantangan pada tahun 2008.

Lalu aku menjawab sms dia ” it was a tough year for me”. Kenapa? Banyak sekali cobaan yang aku hadapi dalam satu tahun lalu dan juga banyak kesalahan yang aku perbuat dalam setahun ini. Tahun 2007 aku telah menyakiti hati sahabat-sahabatku, aku telah melanggar komitmen pada diri sendiri, dan juga aku telah memanjakan diri sendiri. Selain itu aku dihadapkan pada dunia kerja yang sama sekali baru bagiku. Aku dituntut untuk lebih fokus, bertanggung jawab, dan pandai. Selain itu aku dituntut untuk bisa bertindak lebih dewasa dan pandai membawa diri dalam pergaulan di tempat kerja.

Masa yang terberat adalah ketika aku sudah sangat nyaman sekali bekerja di kantor pusat. Hal ini karena budaya kerja dan orang-orang di sekitarku sangat baik dan professional. Lalu aku harus berangkat ke tempat penempatanku yang pertama. Keadaan tidak semudah yang aku bayangkan. Benturan budaya yang sangat kontras dan lingkungan kerja yang tidak sehat di kantor perwakilan sekarang membuatku stress dalam beberapa bulan pertama. Hal ini adalah tantangan terberat dalam tahun 2007 dan aku bersyukur telah melalui itu. Bukan berarti tantangan itu telah lewat tapi justru pertarungan baru dimulai. Aku telah berhasil menenangkan diriku sendiri dan menguatkan diri. Kini aku siap untuk beradaptasi mati-matian di sini dan berusaha untuk menjaga idealismeku agar tidak luntur. Aku bersyukur karena dengan tantangan ini aku merasa lebih hidup dan membuatku lebih kuat dari sebelumnya.

Tahun 2007 adalah tahun penuh dengan konflik batin. Ada pertentangan dalam diriku selama ini dan pada akhirnya aku bisa menerima diriku apa adanya. Aku biarkan apa yang telah mengalir dan ketika aku merasa tidak bisa lagi mengikuti arus maka aku yakin dengan sendirinya aku akan melawan arus ini.

Tentu saja banyak kejadian yang menyenangkan selama tahun 2007. Tapi intinya aku tidak menyesali kesalahan yang telah aku perbuat. Karena dari kesalahan itu aku bisa menjadi lebih baik.

Sedangkan untuk tahun 2008 ini tidak ada persiapan khusus. Karena hampir di setiap momen aku mengevaluasi diriku sendiri. Bagiku pergantian tahun baru tidak ada bedanya dengan pergantian hari seperti biasanya. Mungkin yang membuat perbedaan adalah tahun anggaran baru, rencana kerja yang baru, nominal uang harian DL yang baru, dan semoga tunjangan jadi naik tahun ini amien.

Aku hanya bisa berdoa semoga Allah benar-benar mencuri hatiku. Sehingga aku tidak bisa berpaling lagi dariNya. Juga berharap akan keselamatan bangsa ini. Semoga bangsaku ini lebih sadar akan menjaga lingkungannya. Tahun 2007 kita tutup dengan bencana longsor dan banjir di mana-mana. Semoga peringatan dari Allah tidak kita acuhkan. Semoga bangsa ini bangun dari ketepurukannya secara perlahan dan pasti. Juga para pemegang amanah di pemerintahan bisa menjalankan amanahnya dengan baik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: