Posted by: aang | February 5, 2008

Masuk Angin, Blog, dan Dian Sastro


Mungkin kali ini aku bukan orang pintar. Karena saat masuk angin seperti sekarang aku tidak minum jamu Tolak Angin Sido Muncul melainkan meminum Antangin Sido Muncul. Yah sejak hari Jum’at lalu daya tahan fisikku mulai menurun. Tapi, waktu itu aku tidak menggubris sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuhku sendiri. Sepulang dari English Conversation Class aku baru sadar bahwa tubuhku sedang sakit dan aku benar-benar istirahat total. Ternyata sakitku ini masih ada sampai hari ini. Kepala pusing, susah konsentrasi, dan nafsu makan berkurang (hal yang paling aku takutkan). Hari ini aku benar-benar kurang bahkan tidak efektif dalam bekerja. Jadi merasa bersalah.

Aku pun memutuskan untuk memanjakan diriku malam ini. Selain masuk angin mungkin aku terlalu stress dan bosan sehingga butuh selingan agar merasa segar kembali. Maka semalam aku memutuskan untuk bepergian sendirian dan melakukan hal di luar rutinitasku. Akhirnya aku paksakan diriku untuk makan dan malam itu aku memilih makan ayam goreng dengan nasi uduk. Nasi uduknya membuatku kangen dengan Jakarta tapi tidak dengan banjirnya. Lalu aku sholat Isya di Masjid Baiturrahman agar kali ini sholatku lebih kusyuk dan segar. Seusasi sholat Isya aku mampir ke Caswell untuk sekedar minum teh dan juga membeli Reader Digest Asia edisi terbaru.

Café ini sebenarnya ramai namun rata-rata pengunjung berada di lantai dua yaitu ruangan khusus perokok. Sedangkan aku tidak merokok dan sangat menghindari asap rokok makanya aku selalu di lantai satu yang lumayan sepi. Aku merasa rileks sekali begitu menghirup teh spa yang lain dari yang lain. Aku sadar aku sedang stress karena terjebak dalam rutinitas sehingga menyebabkan rasa bosan. Rasa bosan yang aku tepiskan itulah yang menyebabkan aku stress. Nah stress itulah yang membuat staminaku menurun dan akhirnya aku masuk angin. Ya setidaknya itu analisisku di luar keakuratannya.

Yah aku bosan sekali denan rutinitasku. Kenapa aku bosan? Pastinya sih aku kurang yakin namun pastinya bukan karena aku belum ada penugasan dinas luar selama satu bulan terakhir. Tapi kalau aku kira-kira aku merasa sangat kesepian di sini. Kesepian dalam arti aku kehilangan sosok sahabat-sahabat di masa kuliahku. Maksudnya aku belum menemukan sosok teman yang bisa aku percaya penuh sehingga aku tidak canggung mau cerita apapun ke dia. Aku kangen dengan Aldre, Pipiet, Anggie, dan Lita. Mereka itu seperti saudaraku sendiri karena aku merasa aman dan tenang dengan diriku sendiri. Ya kadang aku butuh seseorang untuk sekedar mendengar cerita keluhanku atau sekedar menghabiskan waktu bersama. Mungkin aku sudah saatnya untuk menikah. Ya aku tahu itu dan saat ini aku sedang berikhtiar.

Kebosananku pun melanda semangatku menulis blog. Ini kali pertama setelah seminggu lebih aku vakum tidak menulis untuk blog ini. walaupun sebenarnya aku hobi sekali menulis tapi entah aku mengalami penyusutan semangat untuk menulis. Lalu hari ini aku mengunjungi blognya mbak Diandra Sastrowardoyo yang baru saja ia buat beberapa hari yang lalu. Wah aku jadi semangat lagi dan merasa terhibur dengan tulisan dia. Aku memang ngefans sekali dengan mbak yang satu ini. walaupun dari segi acting aku kurang suka tapi entah kalau melihat wajahnya bening aja rasanya. You are so beautiful Dian! Lalu terpikir olehku untuk menulis blog lebih serius dan merubah total penampilan blogku. Pun aku berencana untuk membuat blog di domain .id jadi lebih terkesan serius. Yah aku rasa ide bagus sebagai refleksi atas banyak perubahan fundamental yang ada dalam diriku.

Tiba-tiba aku ingin berlari ke pantai. Duduk menghadap langit yang memanyungi lautan dan merasakan lembutnya angin pantai. Sudah lama aku tidak ke pantai dan terakhir ke Ujung Bate sebulan yang lalu. Argh tiba-tiba hati ini membutuhkan seseorang untuk sandaran hidup ini. seseorang yang dihalalkan oleh Allah dan aku menjadi tenang olehnya. Nikah itu satu-satunya solusi. Namun perjalanan ke pernikahan bukanlah perjalanan yang mudah dan cepat. Aku tidak ingin terburu-buru dan juga tidak ingin menunda-nunda. Semoga proses pencarian calon segera berakhir sehingga aku bisa melanjutkan ke proses taaruf dan menikah. Sambil menunggu jodoh yang telah ditentukan oleh Allah aku akan memperbaiki diri sendiri dan menyiapkan diri untuk menjadi imam dalam kehidupanku. Jadi kalau sudah mempunyai istri gak perlu jauh-jauh ke Caswell untuk menenangkan diri.

 

Aku merindukanmu wahai Aisyahku

Aku mendambamu wahai perempuanku

Aku ingin kau jadi pakaiakan kelemahanku

Aku ingin kau jadi penenang separuh jiwa yang liar ini

Aku ingin kau menjadi penunduk pandanganku

Aku ingin kau menjadi selimutku dari keinginan yang haram

Aku ingin kau menjadi telinga keluhanku

Maka akan kupinang kau dengan Al Qur’an

Semoga Allah segera mempertemukan kita

 


Responses

  1. Duh, mejeng di caswell, tu kan (setau saya) mahal di situ…. Ehmm… lagi banyak duit ya.. hehehe…

  2. hmm… find her bro… ganbatte kudasai…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: