Posted by: aang | May 31, 2008

Kritik yang seperti keripik pedas


Dikritik? Hmm gimana ya rasanya kalau kita dikritik? Pastinya kebanyakan dari kita masih alergi dengan hal ini.

Lalu apa rasanya kalau kita terkena kritikan???

Hari ini aku sangat capek akibat terlalu banyak pekerjaan selama satu bulan penuh ini. akhirnya hari ini aku berniat malas-malasan karena masa-masa sibuk itu sudah berakhir. Tapi aku jadinya lemas banget dan benar-benar malas buat beraktivitas. Namun, karena sudah jadwalnya aku siaran hari ini jadinya mau gak mau aku mesti berangkat ke studio. Ternyata tekanan psikis membuat kinerjaku tadi sore kurang bagus. Parahnya, manager program sedang ada di radio dan memang berniat mendengarkan aku siaran. Jadinya aku dikritik dia habis-habisan. Untungnya dia tahu bagaimana cara menyampaikan kritik dengan benar. Untungnya sih aku tidak tersinggung dan menjadi masukan untuk siaranku selanjutnya. Namun, sayangnya karena kondisi psikisku yang kurang prima akhirnya aku benar-benar apath semangat hari ini. aku pun sempat berpikir apa aku berhenti saja!

Lalu seusai jam siaranku aku tidak pulang. Pertama karena malas dan kedua malam ini aku harus siaran lagi. Jadinya aku tetap tinggal di studio sambil browsing-browsing lewat laptopku tercinta ini. lalu datang seorang tamu dan juga pendengar setia Djati FM. Lalu kami berkenalan tapi aku menyebutkan nama asliku bukan nama udaraku. Lalu dia bercerita bahwa ia suka dengan program yang kebetulan aku yang membawakan. Tanpa ia sadari dia mengkritik penyiar yang sebenarnya itu adalah aku. Ia berkata bahwa gaya penyiar itu kurang masuk ke hati. Dia bilang seperti penyanyi yang menyanyikan sebuah lagu tanpa hati. Aku pun senyum dengan lebar biar dia tidak tahu bahwa yang ia maksud adalah aku. Aku pun mengorek lebih dalam semua yang ada di pikirannya.

Kesimpulan untuk hari ini adalah buruk dan aku merasa sedih. Karena apa yang telah aku perjuangkan ternyata masih belum berada dalam tahap lebih baik. Lalu aku sempat berpikir apa manajer programku lagi sensi akhirnya ia menumpahkan semuanya ke aku. Karena, aku merasa pas saja waktu siaran tadi. Ups, akhirnya kesadaran diriku menginngatkanku bahwa itu adalah kritikan yang membangun. Akhirnya aku mulai membesarkan hatiku bahwa memang untuk menjadi seorang yang ahli membutuhkan proses. Yah aku sadar bahwa untuk menjadi orang yang besar membutuhkan perjalanan dan proses yang panjang dan itu tidak bisa terjadi dalam semalam saja. Aku harus siap jatuh dan bangun berkali-kali demi menuju ke arah yang lebih baik dan bisa mendekati kesempurnaan.

Kesimpulan untuk hari ini adalah : Kritikan adalah penting. Ia memang pedas seperti keripik pedas tapi mengenyangkan dan memberi tambahan energi. Butuh kesabaran hati untuk bisa menerima kritikan. Tapi, tidak hanya bisa menerima kritikan saja tapi ada yang lebih penting yaitu bagaimana kita bisa menindaklanjuti kritikan tersebut. Sehingga kita bisa berubah ke arah yang lebih baik.

Bagaimana dengan kalian????


Responses

  1. setuju…!!!
    dikritik memang tidak mengenakkan, tapi terkadang kita harus belajar menerima segala kritikan untuk kebaikan kita ke depannya🙂

  2. Betul mas..kritik itu tergantung pada kesiapan yang dikritik..siap mental apa enggak?
    Salam kenal xa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: