Posted by: aang | September 3, 2008

Bulan Ramadhan : Bulan Para Peminta


MemBaca berita Di sini jadi membuatku sadar dan berpikir. Ada satu tren yang selalu muncul pada bulan Ramadhan tiap tahunnya yaitu jumlah pengemis yang selalu muncul di jalan-jalan Ibukota atau kota-kota besar. Kejutannya adalah tiap tahun jumlahnya selalu bertambah dan mengapa pas saat bulan Ramadhan. Jawabannya bisa saja sangat sederhana yaitu karena Bulan ini adalah bulan di mana semua umat muslim berlomba-lomba melakukan amalan. Nah salah satu amalan yaitu bersedekah dan amalan yang inilah yang dimanfaatkan oleh kaum pengemis peminta-minta. Siapakah yang patut disalahkan??? Kita semua baik itu pemerintah, kita sebagai pemberi, dan juga sang pengemis peminta.

Kita salahnya apa? Secara tidak langsung kita ikut menyuburkan ladang basah bagi mereka yang suka berkeliaran di jalanan. Yaitu dengan mudahnya memberi uang kecil di setiap perempatan yang kita lalui. Salahkah? Menurut aku niatnya baik tapi caranya salah. Seingatku ada kisah bahwa Rasulullah pernah didatangi oleh pengemis dan kedatangan pengemis ketiga kalinya Beliau memberikan sebuah kapak. Pelajaran yang kita ambil adalah Rasulullah mengajarkan kita untuk menolong orang lain pastinya tapi dengan jalan yang lebih baik. Yaitu dengan memberi mereka bantuan yang tidak membuat mereka malas yaitu modal untuk mereka hidup sendiri. Sehingga mereka tidak selamanya tergantung pada hasil pemberian orang lain. Nah kalau kita berdalih dengan alasan yang penting niat kita maka ya masalah pengemis gak bakalan selesai . sekarang kan banyak lembaga penyalur zakat dan sedekah yang menyalurkan bantuannya berupa bantuan produktif. Nah sekarang kita tega gak untuk tidak memberi mereka jika bertemu di tengah jalan. Sebenarnya lebih kejam menurut pendapatku kalau kita selalu memberi uang kepada mereka. Karena kita menumbuhkan rasa ketergantungan pada pemberian orang lain dan rasa malas berusaha yang akibatnya sangat fatal. Coba tanya anak-anak jalanan kenapa masih mau di jalanan? Jawabannya karena di jalanan dapat uang sedangkan kalau sekolah mereka gak dapat uang. Nah… bisa jadi kita termasuk pihak yang membuat mereka menjadi lebih betah di jalanan. Lagipula bukankah dengan beramal diam-diam lewat atm ke rekening lembaga BAZIS lebih bagus. Karena kita terbebas dari riyak dan tidak ada yang mengetahui kecuali Allah, mesin ATM, dan Panitia??? Istilah lebih rahasia jadi resiko riya kita lebih kecil.

Lalu salahnya Pemerintah apa dong? Salah banyak!! Banyak salahnya. Pemerintah berjanji dalam UUD 45 bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara (sori lupa pasal berapa). Nah kenyatannya?? Dipelihara tetap miskin sih iya! Gimana bisa jumlah pengemis berkurang tiap tahun kalau uang rakyat lari ke kantong-kantong pribadi dan digunakan seenak hati oleh anak istri. Hak-hak mereka untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang gratis dan layaknya akhirnya tidak bisa direalisasikan. Kondisi ini diperparah dengan banyak wakil rakyat dan pejabat Negara yang tidak berpihak pada orang miskin. Buktinya apa ang? Ya ini sekedar opiniku saja tapi setidaknya kalaupun pemerintah dan wakil rakyat sungguh-sungguh membela kepentingan rakyat bukan pengusaha maka pastinya tiap tahun jumlah angka kemiskinan dan pengangguran menurun secara perlahan namun pasti dan nyata. Buktinya??? Apakah angka pengangguran dan orang miskin berkurang?

 

Nah sekarang salahnya pengemis apa? Seperti yang kita ketahui tidak semua pengemis yang berkeliaran di jalanan adalah benar-benar pengemis. Bisa jadi mereka adalah pengemis musiman yang turun ke jalan saat bulan Ramadhan saja. Ada laporan khusus yang mengungkapkan fakta kalau ada coordinator untuk pengemis di mana orang tersebut mengumpulkan orang-orang untuk mengemis dan nanti ada bagi hasil atas uang hasil sedekah. Wow!! Udah kayak Bank Syariah aja pakai bagi hasil. Banyak sekali faktanya salah satunya adalah banyaknya anak-anak kecil yang hilang setelah ditemukan ternyata dijadikan pengemis.

Kesimpulannya adalah saya harap teman-teman memikirkan ulang lagi untuk memberi uang begitu saja kepada pengemis-pengemis yang kita temui di jalanan. Kalau bukan kita yang mulai berubah siapa lagi????

Tapi tetap semangat dan ikhlas bersedekah di bulan yang amalan-amalan kita dilipatgandakan.

Chayo!


Responses

  1. lah bukannya angka pengangguran udah berkurang…

    definisi pengangguran itu orang yg tidak bekerja TETAPI mencari kerja jadi tidak termasuk di dalamnya orang yg tidak mencari kerja/ malas kerja atw dengan kata lain para peminta yg lo sebutin itu..

    gw seh udah males klo ngasih ke pengemis di jalan apalagi yg ampe bermuka2 melas gitu, anak2 kecil, yg pake orasi segala.. paling gw ngasih cuma bwt pengamen yg suaranya emg enek didenger aja or seenggaknya lagunya bikin gw ketawa..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: