Posted by: aang | January 7, 2009

Ode to Maman


setiap perjumpaan pastinya akan ada perpisahan di akhirnya…….

rasanya, ungkapan itu tidak asing bagiku dan juga bagi setiap episode kehidupanku.

hari ini, seolah aku lupa bagaimana rasanya perpisahan dan lagi-lagi aku hanya tersenyum pahit ketika melepas mereka bertiga kembali ke Kampus Jurangmangu.  Mereka bukanlah teman dekat tapi lebih dari itu. mereka adalah senior yang juga kakak dalam perkerjaan sehari-hari di kantor. Meskipun kami jarang menghabiskan waktu bersama ataupun berkomunikasi tapi keberadaan mereka cukup berarti. bahwa ada yang lebih tua dari saya di sini sehingga saya tidak perlu merasa harus menjadi yang tertua  dan selain itu ada tempat untuk bertanya ataupun sekedar meminta kebijaksanaan.  selain itu rasanya enak banget dalam suatu organisasi kalau kita mempunyai seseorang yang bisa kita jadikan contoh dan jadi kakak. kalau kata orang jawa “ono sing iso dijadikno panutan karo jaluk pituture”

Bisa jadi, Mr Maman adalah guru dan juga tameng selama ini bagiku. setidaknya kalau ada apa-apa aku akan mendengar nasehat dia ataupun sekedar melihat apa yang telah dia lakukan saat dia berada di posisi ini. walaupun bagi sebagian orang yang belum mengenal betul siapa Maman maka akan menganggap dia aneh dan gak jelas. tapi itulah karakter orang cerdas yang selalu memiliki cara pandang di luar orang biasa memandang. aneh tapi benar! sayang mereka hanya melihat apa yang mereka mau lihat tapi tidak mengakui kecerdasan yang ia miliki. yah itulah senior dalam arti sebenarnya di kantor kami.

kebanyakan dari kami hanya mengerjakan pekerjaan yang rutinitas.  melakukan pekerjaan dengan cara yang biasa yang kami lakukan. kami memandang dengan cara yang biasa kami memandang sesuatu seolah-olah kami tidak tahu bahwa bumi ini bulat bisa dipandang dari sudut manapun. namun, ketika ada seseorang baru datang dengan membawa sesuatu yang baru pastinya kita akan menganggap dia aneh. walaupun orang itu telah membuktikan prestasi kerjanya yang melebihi kapasitasnya dia sebagai junior. sayangnya, kita hanya berpikir akan keselamatan kita sendiri, kita takut terusik, dan tidak memikirkan tujuan bersama. sehingga sebagian dari kami ada yang menyimpan rasa tidak suka atas keberadaan dia karena dia telah berani mengatakan bahwa kita salah. seolah lupa bahwa manusia tempatnya salah dan kebenaran hanya milik sang Penguasa alam semesta.

Kepergian dia membuatku semakin yakin bahwa jadilah diri sendiri selama itu masih dalam koridor aqidah dan syariat Islam. Jangan takut selama kita masih taat dan patuh pada Sang Khalik. orang mungkin akan membenci ketika kita mengubah kebiasaan yang telah ada.

for Mas Maman:

makasih banyak atas waktu yang telah kita habiskan untuk diskusi dan bertukar pikiran tentang banyak hal. Damn, you are such as a great young man! sayang banget banyak orang tidak mau mengakui bakat mu. i believe you will be a great people in future.

selamat kuliah lagi! Istiqomah!


Responses

  1. Wah…. nggak segitunya juga ang.. hikss.. sambil mengusap air liur…
    jangan lupa dicuci motornya… diservis.. trus diisi bensinnya (loh kok..).
    Met ketemu di kampus jurangmaut… moga kita bisa bikin dunia jd lebih indah…

  2. Iiih…
    menjijikkan…
    curiga gw dengan kalian ni..

    @aang…
    sudahlah…
    cupz cupz cupz…
    gw akan jaga makhluk bernama maman itu baik baik disini..
    gak usah melow gitu…
    maen sama tante sinih…

    dan..
    ehm…
    tema blognya…
    kok mirip yha…
    hhh… (mengelus dada)

  3. wah wah… gedhe sirahe maman mengko….
    takut helmnya tak lagi muat… hahahaha..
    saya setuju sekali sama kata-kata
    “…. tapi tidak mengakui kecerdasan yang ia miliki…”
    semoga tidak begitu dengan dosen di kampus… hehehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: